Perawatan dasar printer DTG akan membuat printer bekerja maksimal setiap hari dan berumur panjang

Perawatan dasar printer DTG akan membuat printer bekerja maksimal setiap hari dan berumur panjang

Printer direct to garment (DTG) telah berkembang cepat menjadi alat untuk mencetak kaos dengan desain-desain rumit full colour atau separasi. Alasan lain mengapa printer DTG disukai karena kepraktisannya mencetak kaos secara satuan.

Perawatan adalah kunci penting yang harus dilakukan secara rutin oleh pemilik printer DTG agar bisa berproduksi dengan lancar. Perawatan yang benar akan membuat printer DTG berumur panjang dan tetap produktif. Ini adalah lima langkah perawatan sederhana printer DTG yang menjamin mesin anda berjalan tanpa kendala. 

1. Nozzle Check
Nozzel adalah curat atau lubang tembak pada headprint. Nozzle inilah yang menembakkan tinta tekstil ke kaos ketika proses pencetakan berjalan. Kondisi nozzle harus dipantau secara periodik, apakah dia bisa menembakkan tinta dengan sempurna atau tidak. Untuk mengetahui kondisi nozzle maka maintenance yang paling umum dilakukan adalah check nozzle. Pada printer ink jet, tak kecuali printer DTG, memiliki software fitur untuk mengecek nozzle.

Tanpa nozzle check, anda tidak memiliki indikasi visual apakah semua nozel di headprint menembak. Pola yang solid di hasil cek nozzle menunjukkan bahwa headprint sehat dan kinerja optimal. Sebaliknya, pola terputus-putus, bahkan tidak muncul sama sekali, menunjukkan nozel yang tidak menembak. Lain kata, sebagian nozzle buntu oleh tinta yang mengendap atau mengering sehingga menghalangi tinta yang akan ditembakkan keluar.

Karenanya sebelum mencetak jadikan check nozzle sebagai aktivitas wajib. Kalau nozzle check menunjukkan hasil yang bagus maka proses mencetak kaos bisa dilakukan. Kalau nozzle check menunjukkan hasil buruk, maka anda bisa melakukan langkah maintenance selanjutnya, misalnya head cleaning atau flushing.

2. Pengendalian Lingkungan

Kondisi lingkungan, lebih tepatnya ruang kerja, sangat menentukan kinerja dan keawetan printer DTG. Dalam hal ini ada dua kondisi lingkungan yang harus dipantau. Yaitu  kelembaban udara dan suhu.

Printer DTG merupakan tinta berbasis air (water base ink). Karena itu printer ini memerlukan suatu kondisi yang pas agar cartridge dan headprint bekerja maksimal mengalirkan tinta. Tingkat kelembaban udara yang cocok untuk keinerja printer DTG terbaik adalah di atas 45 persen. Kelembaban ini dapat diukur menggunakan hygrometer.

Yang lebih krusial dibandingn itu adalah suhu ruangan di mana printer DTG berada. Suhu yang tinggi dapat membuat tinta tipis dan berair. Di sisi yang lain, suhu yang panas mudah mengeringkan headprint dan membuat sisa-sisa tinta di lubang nozzle menyumbat. Sedangkan suhu dingin dapat membuat tinta tebal dan lamban.

3. Mengalirkan Tinta Setiap Hari

Salah satu masalah yang dihadapi pebisnis cetak kaos dengan printer DTG adalah tidak setiap hari mendapatkan customer. Ini berarti printer DTG tidak bekerja setiap hari. Bahkan, terpaksa printer tidak bekerja selama beberapa hari karena minimnya pelanggan. Itu biasa terjadi pada pebisnis cetak kaos DTG di awal-awal merintis bisnis. Kondisi diamnya printer selama hitungan hari sangat berisiko headprint menjadi mampet. Lubang-lubang nozzle tersumbat oleh tinta DTG yang mengering.

Mengatasi keadaan seperti itu, perawatan harian pun perku dilakukan meskipun tidak ada orderan mencetak kaos. Hal yang biasa dianjurkan adalah melakukan head cleaning sekali dalam sehari ketika printer menganggur. Namun langkah yang lebih maksimal dalam perawatan peinter DTG yang sedang tidak berproduksi adalah mencetak pada bidang sample. Cetak sample ini tidak perlu menggunakan grafis yang lebar karena tentu saja pemborosan tinta. Jika cetak sample dilakukan secara rutin maka aliran tinta akan terus berjalan dan mencegah terjadinya kebuntuan headprint.

4. Perawatan Capping Station

Banyak orang yang mengabaikan keberadaan capping station. Padahal capping station ini memiliki peran krusial. Peranti ini berfungsi menutup pelat area headprint ketika printer dalam keadaan standby atau berhenti. Tugas lain dari capping station ini adalah membersihkan headprint dengan blade wiper-nya. Pada waktu cleaning head itulah capping station menarik tinta keluar, di mana wiper blade menggesek pelat nozzel head print.

Wiper blade harus dijaga kebersihannya. Wiper blade yang kotor akan meninggalkan goresan dan daerah haram di pelat nozzle.

5. Flushing (Pembilasan) dengan Fluid Cleaning Solution

Fluida cleaning solution sangat berguna untuk menghancurkan sumbatan pada nozzle headprint. Anda perlu melakukan flushing atau pembilasan headprint secara bulanan untuk mengantisipasi terjadinya tumpukan tinta di headprint. Flushing headprint juga perlu dilakukan ketika nozzle headprint sudah buntu.  Hal ini terutama berlaku untuk tinta putih yang mudah mengendap dan mengering menjadi semacam karet. Untuk melakukan flushing anda memerlukan service kit berupa suntikan, selang, dan cairan pembersih (fluid cleaning).

Lima langkah tersebut akan membuat printer anda dalam kondisi optimal. Lima perawatan tersebut harus rutin dilakukan, dan menjadi prosedur dasar maintenance printer DTG. Karena ini akan mempertahankan printer Anda, menjaga kondisinya tetap prima, lancar berproduksi mengalirkan uang dan membuat bisnis anda membahagiakan. (kaosposmo.com)