printer DTG tidak presisi dipengaruhi oleh konstruksi dan sistem penggeraknyaPrinter DTG dituntut mencetak desain/gambar dengan hasil yang mirip seperti desain foto atau olah digital komputer. Presisi warna dan desain mejadi penilaian pertama.

Namun, soal presisi ini sering menjadi kendala pada proses pencetakan dengan printer DTG. Hal itu terjadi pada printer rakitan lokal yang kebanyakan menggunakan sistem penggerak buatan sendiri/ non fabrikasi, sehingga kepresisian tidak terjamin.

Proses cetak kaos digital menggunakan printer DTG dilakukan lebih dari sekali, khususnya di kaos hitam/ warna. Paling sedikit printing dua fase, fase pertama untuk mencetak underbase tinta putih, dan kedua mencetak tinta warna (CMYK). Bisa dibayangkan kalau antara pencetakan pertama dan kedua meleset, maka hasil cetak menjadi jelek dan tidak indah dipandang mata.

Selain itu, banyak pemain DTG juga melakukan cetak dua kali pada kaos putih. Itu dilakukan karena mereka tidak menggunakan pretreatment. Sehingga untuk mengejar warna akan menjadi lebih cerah maka dilakukan cetak warna CMYK dua kali pada kaos putih.Namun bagi pemain DTG yang peinternya tidak presisi, maka cetak dua kali menjadi tantangan berat.

Faktor-faktor printer DTG tidak presisi

Mengapa printer DTG tidak presisi?

1. Konstruksi tidak kuat atau goyang saat proses printing

Konstruksi printer DTG harus kuat. Syarat lainnya, base material (bahan material) yang digunakan harus tahan suhu dan cuaca. Ada jenis bahan yang mudah memuai, menyusut, dan melengkung seperti kayu, sehingga memiliki pengaruh terhadap kinerja gerak printer saat melakukan pencetakan. Konstruksi dari kayu dan PVC cenderung lebih mudah menyusut dan memuai. Berbeda dengan konstruksi berbahan aluminium yang kuat meminimalkan risiko miskontruksi.

2. Sistem Penggerak

Sistem penggerak tray juga menjadi faktor penting mengapa printer DTG bisa presisi meskipun mencetak dua kali. Sistem penggerak yang sering digunakan para perakit lokal adalah sistem rel laci, linear bearing motion, linear belt motion, atau linear shaft motion. Yang paling murah dan sering digunakan adalah rel laci. Rel laci tergolong paling mudah bergoyang ketika proses printing berjalan. Goyangan ini tidak bisa mengimbangi gerakan motor printer pada saat mengeluarkan rak tempat kaos dipasang.

Sistem penggerak yang paling presisi sejauh ini menggunakan rel industri dengan paduan antara as dan bearing, rel guide dan bearing, motor dan belt, dan sistem linear bearing pabrikan lainnya yang dijual secara bebas di pasar. Harganya lebih tinggi dari rel laci.  (kaosposmo.com)