Rakitan Printer DTG berkualitas di Indonesia pada umumnya adalah rakitan dari basis ink jet EPSON.

Rakitan Printer DTG berkualitas di Indonesia pada umumnya adalah rakitan dari basis ink jet EPSON.

Rakitan printer DTG yang beredar di Indonesia kebanyakan adalah rakitan anak negeri. Printer ink jet EPSON merupakan basis printer DTG yang paling populer. Selain kualitas EPSON yang diakui dalam dunia cetak, khususnya cetak foto, suku cadangnya juga mudah didapatkan. Itulah salah satu alasan mengapa para perakit printer DTG lokal lebih banyak memilih basis printer EPSON, seperti R 1390 atau R2000.

Namun ada yang bertanya-tanya, ternyata DTG itu printer rakitan lokal, bahkan tidak berlisensi indsutri resmi, dan karena itu memunculkan kesan underustimate. Bersamaan dengan itu muncul anggapan sebaiknya kita membeli printer DTG asli dari luar negeri. Label import dijadikan patokan kualitas.

Eits, tunggu dulu!

Asal kita tahu, tidak semua vendor printer DTG di luar negeri itu menciptakan printer DTG asli. Di negeri jiran juga banyak rakitan printer DTG berbasis EPSON, seperti yang dilakukan oleh anak-anak muda kreatif di negeri kita.

Hanya beberapa merk DTG luar negeri yang memang dirancang asli sebagai prototipe mesin DTG.Misalnya Viper atau EPSON yang baru-baru ini mengeluarkan versi asli DTG. Harganya? Berlipat ganda dari DTG rakitan lokal pada umumnya, yaitu berkisar 100 s.d. 300 jutaaan. Wow! Hanya pemodal besar yang menggunakan mesin luar negeri.

Harus diakui memang printer asli DTG seperti keluaran Epson atau Viper memang lebih canggih. Kualitas tentunya lebih baik kalau membandingkan dari harganya. Namun, bagaimana kalau kita membutuhkan after sales service seperti reparasi, perbaikan, atau bahkan penggantian suku cadang? Di situlah kita harus merasa sedih! Di situlah kendala dan kesulitan yang mesti dipertimbangkan sebelum membeli printer DTG produksi luar negeri. Apalagi vendor yang jelas-jelas tidak memiliki kantor pemasaran/perwakilan di Indonesia. Namun kalau anda memang punya banyak duit dan jaringan, hal itu patut dicoba.

Untuk membeli printer prototipe asli DTG saja kita harus berpikir seribu kali. Apalagi kalau cuma printer rakitan dari luar, kualitas produk dari perakit Indonesia pun tak kalah bagusnya. Nah!