tiga alasan mengapa jomblo suka memakai kaos oblong

Tiga alasan mengapa jomblo suka memakai kaos oblong

Artikel ini membahas tentang kaos jomblo. Alasan mengapa orang-orang jomblo suka memakai kaos oblong di antaranya tercatat di bawah ini.

Bukan rahasia lagi kalau kaos oblong telah jadi pilihan berpakaian semua kalangan. Tak kecuali kaum jomblo.
Sedikitnya 3 alasan jomblo doyan memakai kaos oblong.

TAMPAK LEBIH GANTENG
Memakai kaos oblong akan tampak lebih ganteng bagi siapa saja. Karakteristik kaos oblong yang casual dan santai membuat jomblo tampak lebih cool.
Bahkan ada penelitian yang menyebutkan, memakai kaos oblong akan menambah kegantengan sekitar 12%. Hal ini tentu menguntungkan bagi para jomblo. Mereka lebih percaya diri.

MEDIA SOSIALISASI KEJOMBLOAN
Kaos oblong merupakan fashion paling ekspresif. Ide-ide bisa dicetak pada kaos. Bentuknya bisa desain typografi atau gambar.
Di sinilah kesempatan jomblo untuk berkreasi memakai kaos oblong dengan desain-desain bernuansa ideologis kejombloan.

NYAMAN UNTUK MBRIBIK
Jomblo melakukan aktivitas pembribikan intensif. Aktivitasnya yang mobile perlu ditunjang dengan pakaian yang nyaman dan aman. Nah, dari sekian baju yang ada, kaos adalah yang paling aden dan mudah menyerap keringat.

 

Motif: Menjadi Pusat Perhatian

Seorang jomblo, pada kadar tertentu ingin menjadi pusat perhatian. Kesepian dan kesendiriannya bisa mendorong seorang jomblo agar ingin diperhatikan orang lain. Untuk mendapatkan perhatian itu salah satunya dilakukan dengan memakai kaos dengan gambar atau tulisan yang unik. Berawal dari kaosnya, seorang jomblo bisa mendapatkan tatapan mata dari orang-orang tak dikenal di sekitarnya.

Motif lainnya, lebih dari sekadar ingin menjadi pusat perhatian, tapi sebuah usaha untuk memikat. Bisakah kaos digunakan untuk memikat calon pacar? Itu adalah semacam pertanyaan konyol. Dan jawabannya jelas bisa. Benarkan? Kita tahu kaos adalah media paling ekspresif untuk mengungkapkan diri. Lewat kaos seorang jomblo bisa mengutarakan dan jatidirinya. Slogan hidup seorang jomblo sangat mudah dituangkan dalam kaos dan kemudian dilihat banyak orang. Di situlah peluangnya: manusia suka jatuh hati pada slogan. Maka berawal dari kaos, seorang jomblo bisa memikat orang lain dengan slogannya. (kaosposmo.com)