Bahaya deterjen saat mencuci kaos, gunakan sedikit deterjen saja

Bahaya deterjen saat mencuci kaos, gunakan sedikit deterjen saja

Berbagai kesibukan mungkin membuat kita lupa merawat kaos-kaos yang kita sayangi. Begitu kotor, langsunglah kaos-kaos itu kita masukkan ke mesin cuci: rendam dan cuci.
Bahkan, terkadang kita juga berlaku kejam padanya. Yaitu dengan memberikan deterjen dalam jumlah banyak. Mungkin kita berpikir begini: “biar cepet bersih!”. Tanpa kita sadari, perlakukan macam itu ternyata akan mempercepat kerusakan kaos.
Seyogyanya mencuci kaos menggunakan deterjen sesedikit mungkin. Inilah empat alasan mengapa kita tidak perlu banyak-banyak menggunakan deterjen pada kaos-kaos yang kita pakai sehari-hari.
1. MEMINIMALKAN PENYUSUTAN WARNA KAOS
Kain kaos dibuat melalui proses knitting (perajutan) dan pewarnaan sehingga menghasilkan bahan kaos dengan berbagai warna. Proses pewarnaan itulah yang memungkinkan warna kaos mengalami penyusutan ketika dicuci.
Idealnya, kaos yang bagus adalah yang derajat penyusutan warnanya sangat minimal. Namun, sebagus apapun kaos yang kita cuci, efek deterjen (yang terbuat dari bermacam bahan kimiawi) sangatlah tidak bagus untuk kaos. Apalagi detergen dalam jumlah banyak. Semakin sedikit deterjen, semakin sedikit ancaman penyusutan warna kaos.
2. MENJAGA SERAT KAIN KAOS DARI KERAPUHAN DINI
Selain sifat penyusutan warna, kain kaos termasuk bahan yang reaktif. Dia mudah bereaksi dari senyawa lain atau kondisi yang menimpanya.
Senyawa-senyawa deterjen yang cenderung panas akan mempermudah proses “penuaan dini” pada kaos: alias serat kain menjadi rapuh.

3. MENJAGA GAMBAR SABLON AGAR TIDAK MUDAH LUNTUR
Sablon produk cetakan di media kaos. Sablonan gambar/desain bisa melekat dengan bagus pada kaos karena senyawa dasarnya dan teknik yang digunakan untuk mencetaknya pada kaos. Karena itulah pada kenyataannya gambar sablon di kaos memiliki kemungkinan untuk luntur, mengelupas (ngelotok), atau rontok.
Hal itu dapat diantisipasi dengan meminimalkan deterjen saat mencuci kaos. Senyawa deterjen yang cenderung panas perlahan-lahan akan mengurangi daya rekat sablon pada kaos.
4. MENJAGA BADAN DARI PENYAKIT KULIT
Karakteristik bahan kaos adalah mudah menyerap dan mengikat. Senyawa-senyawa deterjen yang telah larut dalam air akan mudah sekali terserap masuk dan terikat oleh serat-serat kain kaos. Jangan heran kalau busa deterjen cenderung sulit dibilas.
Residu deterjen pasca pencucian kaos memang nyaris tidak terlihat akan mengering dan berdiam di kaos. Ketika kaos penuh residu deterjen itu kita kenakan, dan kebetulan berkeringat, maka residu-residu itu bisa beraksi. Aksi-aksi residu itulah yang pada akhirnya membuat gatal-gatal, bahkan menyebabkan penyakit kulit seperti panu, kadas, dan kurap.
Semakin sedikit menggunakan deterjen ketika mencuci kaos, itu berarti kita menjaga tubuh kita dari kemungkinan gangguan/penyakit kulit.

5. MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN
Sudah banyak yang mengeluhkan kalau limbah deterjen adalah polusi yang mengancam lingkungan. Banyak ekosistem di dalam tanah dan air yang terancam keberadaannya karena limbah detergen. Maka mengurangi deterjen sama halnya mengurangi bahaya deterjen terhadap lingkungan.

6. HEMAT
Perilaku hemat sangat dianjurkan oleh orang tua, guru, dan buku. Tak ada yang membantahnya. So, daripada beli banyak deterjen, lebih baik kita menghematkan untuk keperluan lain.

Itulah bahaya deterjen yang perlu kita pertimbangkan dalam mencuci pakaian. (kaosposmo.com)