bahaya pemutih pada kaos dapat menyebabkan serat dan warna kain rusak

Bahaya pemutih pada kaos dapat menyebabkan serat dan warna kain rusak

Bahaya pemutih sebenarnya sudah banyak diketahui. Namun pemutih telah menjadi jalan pintas dalam mencuci pakaian, tak terkecuali kaos.

Apa yang membuat produk-produk pemutih pakaian masih laku di pasaran? Alasan terbesar adalah karena kita masih suka cara-cara instan. Tapi, mulai sekarang, katakan “tidak” pada pemutih sebagai bukti rasa sayang pada kaosmu.

Sebenarnya produk pemutih sangat tidak dianjurkan untuk mencuci kaos yang kena kotoran membandel. Mengapa?

Umumnya beragama macam pemutih pakaian didaur dari komposisi dasar kalsium hipoklorit atau (Ca(ClO)2) alias kaporit atau natrium hipoklorit atau (NaOCl). Komposisi lainnya adalah soda api. Kedua senyawa tersebut memunculkan efek panas ketika bereaksi dengan air.

Penggunaan pemutih memang biasanya memang mampu menghilangkan noda membandel di kaos putih. Namun pada saat proses pencucian, serat kain kaos mengeras karena bereaksi dengan larutan pemutih. Selain itu juga terjadi peluruhan/penyusutan warna.

Pengerasan serat kain, apabila terjadi terus-menerus, akan berakibat fatal pada kaos. Tak lain kaos menjadi rapuh. Bahkan kaos bisa berlubang dengan sendirinya karena serat-seratnya tidak lagi rapat.

Penggunaan pemutih yang berlebihan tak jarang justru meninggalkan bekas bercak-bercak kekuningan di kaos. Sebisa mungkin hindarilah pemutih untuk mencuci kaos putih, apalagi kaos berwarna!

 

Cara Klorin Merusak Tubuh

Klorin jelas-jelas bahaya bagi tubuh. Begini cara kerja klorin masuk ke tubuh kita:

  1. Terhirup melalui saluran nafas. Klorin sangat berbahaya bila terhirup ke saluran pernafasan. Berat molekul gas klorin lebih besar dari udara sehingga akan selalu menempati daerah terendah dan mengendap di saluran nafas. Paparan klorin pada anak-anak dapat menyebabkan serangan asma.
  2. Studi di Belgia tahun 2003 menyebutkan iritan yang dikenal dengan triclhoramin. Trikloramin ini akan dilepaskan apabila air yang berklorinasi bereaksi dengan material organik seperti urin atau keringat manusia. Trikloramin dipercaya dapat menginisiasi proses biologi yang dapat merusak barier seluler permukaan paru.
  3. Kontak dengan kulit atau mata. Efek klorin sangat negatif untuk kosmetik. Klorin dapat menyebabkan hilangnya kelembaban kulit dan rambut sehingga terlihat keriput dan kering.1 Kontak dengan cairan klorin dapat menyebabkan kulit dan mata terbakar.
  4. Melalui inhalasi uap panas dan absorbsi melaui kulit. Paparan klorin yang berbahaya adalah melaui inhalasi uap panas dan absorbsi melalui kulit saat mandi menggunakan shower. Air shower yang hangat akan membuka pori-pori kulit dan menyebabkan peningkatan absorbsi klorin dan bahan kimia lainnya dalam air. Inhalasi sangat berbahaya mengingat gas klorin (kloroform) yang terhirup dapat langsung menuju aliran darah.
  5. Masuk ke saluran cerna melaui air atau makanan yang terkontaminasi. Menurut U.S. Council of Environmental Quality, risiko terjadinya kanker meningkat sebesar 93% pada penduduk yang mengonsumsi air berklorinasi dibandingkan dengan yang tidak mengandung klorin. Pada penelitian binatang, tikus yang terpapar klorin dan kloramin menderita tumor ginjal dan usus. (kaosposmo.com)