kualitas jahitan kaos ditentukan oleh kerapian dan kekuatannya

Kualitas jahitan kaos adalah hal utama. 

Salah satu penentu mutu kaos adalah jahitannya. Sebagus apapun bahan kain kaos, juga sablonnya, namun jika jahitan buruk maka kualitas kaos menjadi buruk pula.

Kualitas jahitan kaos itu nomor satu. Pembeli atau pelanggan yang cerdas akan memperhatikan mutu jahitan sebagai preferensi pertama, bersamaan dengan mutu bahan dan cetak sablonnya.

Bagaimana menilai kualitas jahitan kaos? Sebenarnya mudah menilai kualitas jahitan kaos, syaratnya hanya ketelitian melihat detail jahitan. Berikut ini adalah panduan menilai jahitan kaos, apakah layak dibeli dengan harga yang telah dipatok ataukah tidak. Setidaknya, panduan ini berpijak pada standar kualitas kaos distro.

Pertama, kerapian jahitan. Segi kerapian jahitan ini dapat secara sekilas tertangkap mata. Jika kaos terlihat rapi jahitannya, juga rapi bentuknya, ini adalah “nilai aman” bagi kualitas jahitannya. Tidak jarang ditemukan kaos yang bentuknya miring atau tidak simetris. Bisa jadi hal itu disebabkan karena penjahitan yang asal-asalan sehingga hasilnya tidak rapi, atau pola potongan kain yang sudah “salah” sejak awal.

Kasus lain yang sering terjadi adalah jahitan yang menyebabkan kaos justru mengkerut. Bagian yang biasa mengalami masalah ini adalah kerung/rib leher dan pundak yang menggunakan chainstitch (jahitan rantai). Jahitan yang membuat bahannya justru mengkerut disebabkan, salah satunya, jarak jahitan yang terlalu rapat.

Unsur kerapian harus dilihat pada bagian kerung leher atau lobang leher di mana di bagian itu merupakan rib kaos. Kalau jahitan bisa membentuk pola lobang yang bagus, maka penjahitan kaos ini cukup dikatakan berhasil. Karena bagian ini terbilang paling sulit dibandingkan bagian lainnya. Pada bagian rib, biasanya ada jahitan melingkar untuk memperkuat obrasan yang menyatukan antara bahan badan dan rib kaos. Meski ada juga yang tidak menyetik (stitch) lingkaran kerung leher ini, tetapi umumnya kaos distro menggunakan jahitan melingkar pada bagian rib. Tujuannya agar jahitan semakin kuat. Bahkan ada yang memakai pola double stitch (jahit ganda) yakni menggunakan overdeck untuk bagian leher.

Perhatikan obrasan di bagian samping, juga sambungan badan dan lengan. Kalau sudah kelihatan rapi dan membentuk pola kaos yang benar, maka jahitan tersebut bisa dinilai bagus.

Kedua, kekuatan jahitan. Kekuatan ini bisa dinilai dari ketersambungan dan keterjalinan benang secara sempurna. Jahitan yang kuat adalah jahitan yang tidak menyisakan cacat, semisal benang melompat atau lepas dari jalinan benang lainnya.

Kekuatan jahitan juga bisa ditentukan dari jarak stitch atau jahitan yang tidak terlalu jauh. Umumnya kaos polos grosiran yang berharga murah menggunakan pola jahitan yang sangat renggang untuk menghemat waktu produksi. Namun kerengangan jahitan ini sangat berpengaruh bagi kekuatan jahitan.

Perhatikan pengunci jahitan–biasanya adalah jahitan di bagian akhir, misal ujung lengan. atau sambungan antara badan bagian depan dan belakang. Jahitan yang benar akan memberikan pengunci yang pas, sehingga jahitan tidak terancam mbrodol atau lepas.

Mulai sekarang, perhatikan detail jahitan kaos yang anda beli. Jangan sampai kaos pilihan anda dijahit secara asal, karena itu akan membuat rasa tidak nyaman ketika memakainya, juga risiko kaos cepat rusak dari usia kaos pada umumnya. (kaosposmo.com)