perbedaan polyflex PVC dan PUSama-sama polyflex tapi kok penampakan dan hasilnya beda, ya?

Jangan kaget kalau kamu menemukan polyflex yang berbeda dari sebelumnya yang pernah kamu lihat. Misal menemukan polyflex yang lebih tebal atau tipis, lebih lentur atau kaku, dsb. Karena polyflex memiliki beragam jenis yang hasilnya berlainan bila ditransfer ke kaos, jersye, jaket, atau topi.

Di antara jenis polyflex yaitu PVC, PU, Glitter, Foil, dan Flock (beludru). Tiap jenis jenis memiliki karakter, tekstur, dan ketebalan yang berbeda. Yang paling sering dipakai dalam usaha sablon kaos adalah jenis, PU, PVC, dan flock.

Kali ini KAOSPOSMO akan mengulas perbedaan polyflex PVC dan PU.

Jenis PVC pada polyflex mempunyai sifat agak getas, mudah tercuil atau sobek. Karakteristik bahannya kaku karena komposisi PVC atau plastik. Ketebalan polyflex PVC kisaran 100 mmicron ke atas. Jika diaplikasikan ke kaos, bahan polyflex PVC terkesan tebal, namun pas untuk dipasang di sweater karena ketebalan bahan kain dan ketebalan polyflex seimbang.

Polyflex PVC memberikan kesan kaos yang agak gerah atau panas karena cirinya yang kaku di bagian desain atau sablon–istilah Jawa-nya nggedabel. Tetapi polyflex jenis PVC sejauh ini relevan untuk digunakan pada sablon berbahan kaos.

Berbeda dengan polyflex jenis PU yang berbahan tipis. Ketebalan polyflex PU kisaran 75 s.d. 90 mmicron. Hasilnya tidak terasa menonjol jika ditransfer pada kain kaos. Bahkan, permukaan polyflex ini bisa menampilkan tekstur serat kain kaos sehingga tampak benar-benar menyatu dengan kaos.

Dibandingkan dengan PVC, PU jelas lebih unggul. Polyflex PU memiliki elastisitas lebih, dan di samping itu juga lebih kuat, tidak mudah getas, dan lentur. Tampak benar-benar pas jika diaplikasikan ke kaos.

Dari segi harga, polyflex jenis PVC lebih ekonomis. Karena kualitasya lebih bagus, polyflex PU dibanderol lebih mahal oleh vendor atau pabrikan polyflex. Namun selisih harga tidak terlalu signifikan. Perbedaan harga PVC dan PU hanya selisih sekitar 10.000 s.d. 20.000 rupiah.

Ada ciri lain dari polyflex PVC dan PU dalam hal wrapping. Polyflex PVC biasanya diwrapping tanpa lem. Jika hasil cutting lepas maka tidak bisa ditempel lagi pada pastik wrappingnya. Beda dengan jenis PU yang diwrapping dengan lem, sehingga ketika proses peeling (mbatil) ada huruf atau grafis kecil yang terlepas, masih bisa ditempel lagi dengan mudah.

Begitulah sekilas review tentang perbedaan polyflex PVC dan PU. Semoga bermanfaat. (kaosposmo.com)