Perkembangan distro kaos di Semarang salah satunya didorong oleh inisaitor lokal yang mengadakan festival brand lokal.

Perkembangan distro kaos di Semarang salah satunya didorong oleh inisaitor lokal yang mengadakan festival brand lokal.

Distro kaos di Semarang banyak. Tapi mengapa Semarang selalu kalah jauh di bidang distro fashion yang satu ini? Pertanyaan yang nyesek untuk dijawab.

Semarang kerap mendapat steoretip atau image negatif dalam dunia kreatif. Tak kecuali di dunia distro fashion. Yah, perkembangan distro dengan brand lokal (local brand) di Semarang memang bisa dikatakan lambat. Selain itu jarang karya-karya dari kreator Semarang yang kemudian menjadi trendsetter dalam dunia clothing.

Anggapan itu memang hanya asumsi sekilas. Belum ada riset mendalam untuk mengetahui berapa banyak local brand distro fashion di Semarang. Sebenarnya memang kita membutuhkan ini untuk memetakan sejauh mana kekuatan brand-brand fashion di Semarang dalam kancah persaingan nasional. Perlu ditelisik berapa banyak brand lokal, bagaimana mereka berkompetisi dan bertahan, siapa saja yang turut mempromosikan mereka, dan event apa saja yang menyemangati denyut kreasi mereka.

Tentu iri melihat kota dingin Bandung yang perkembangan distronya luar biasa. Bandung, juga Jakarta, dan berikutnya Jogja, kini menjadi kiblat fashion. Kompetisi yang sehat, jaringan pasar yang rapi, dan bahan baku yang mudah didapatkan dan berkualitas membuat ketiga kota itu selalu punya tingkah untuk menentukan tren fashion. Ketiga kota itu lalu menjadi semacam kartel distro yang mempunyai monopoli dan penguasaan pasar dalam skala luas.

Namun para kreator Semarang tidak perlu patah hati. Perkembangan distro fashion di Semarang tetap punya prospek positif. Era media sosial memungkinkan orang melihat Semarang dari hal-hal kecil, karya-karya kecil yang dipromosikan melalui media sosial. Itu alasan pertama.

Selanjutnya, sejumlah pameran distro fashion dan brand-brand lokal kini mulai marak. Misal Indie Clothing Fest, Localbrand expo, dll.

Terobosan-terobosan promosi adalah sebuah keharusan. Yang masih sangat jarang dilakukan adalah membuat aksi bersama yang dumulai dengan membentuk wadah bagi komunitas brand lokal. Jaringan itu perlu dibentuk untuk melakukan promosi bersama atau event promosi dengan biaya patungan dan juga bisa mencari sponsorship. Jadi, produksi dan marketing sendirian itu belum cukup kalo mau brand-brand Semarang dikenal di level nasional. Semoga perkembangan distro kaos di Semarang semakin membaik. (kaosposmo.com)