rubber matsui Kualitas sablon ditentukan oleh berbagai faktor. Di antaranya tinta sablon, material kain yang disablon, teknik sablon, dan finishing.

Membahas soal tinta sablon, di pasaran ada berbagai jenis dan merek. Baik dari jenisnya yang berbasis air atau minyak.

Bagi rekan-rekan yang menginginkan hasil sablon pada kaos favoritnya benar-benar berkualitas tinggi maka perlu diperhatikan bahan yang digunakan untuk proses penyablonan pada kaos tersebut. Selain penggunaan screen yang tepat, kualitas sablon juga sangat di pengaruhi oleh tinta pasta yang digunakan. Sejauh ini rekomendasi terbaik adalah tinta rubber merek Matsui yang diproduksi oleh negeri Sakura, Jepang.

Mengapa Matsui?

Sejumlah alasan mengapa rubber matsui most recommended?
1. Sablon kuat merekat
2. Sablon tidak retak atau pecah
3. Sablon lebih tipis dan meresap/menyatu di serat kain
4. Soft handfeel alias lembut diraba tangan

Dengan penggunaan yang tepat, dan finishing hotpress, tinta matsui akan matang dan memiliki daya rekat yang sempurna pada kain kaos. Matangnya tinta rubber matsui ditandai dengan kelenturan dan kehalusan hasil sablon hingga bertekstur seperti karet: elastis.

Pasta rubber Matsui terdiri dari 3 jenis:
1. Matsui White (MJW)
2. Matsui Opaque (MJM)
3. Matsui Clear (Transparan)

 

White MJW
Khusus untuk cetak Warna Putih langsung dibahan gelap. Memiliki daya tutup yang bagus. Hasil putih gading, tidak mengkilap. Finishing Hotpress 160 derajat selama 20 detik.

Opaque/MJM
Jenis ini adalah varian tinta untuk cetak warna langsung dibahan gelap (tanpa underbase). Hasil warna cenderung lebih muda. pengaplikasiannya sama saja dengan jenis white MJM atau clear.

Clear/Transparent
Jenis ini adalah varian tinta rubber transaparan sehingga cocok untuk cetak warna/separasi di bahan terang. Matusi transparan juga bisa digunakan untuk menyablon warna di bahan kaos gelan, tetapi harus menggunakan underbase white dahulu.

Harga bahan baku rubber matusi memang “beda” dibanding dengan produk-produk lokal. Tapi dengan hasil yang bagus, tidak ada alasan mahal. Ingat, kualitas dimulai dari bahan baku. Sebagus apapun bahan kain dan desainmu, tapi kalau sablonan kasar, kaku, dan (apalagi) retak retak setelah dicuci, maka hal itu akan mengecewakan. (kaosposmo.com)