Traveling lifestyle alias jalan-jalan telah menjadi gaya hidup masyarakat. ilustrasi/gambar diambil dari http://cdn.earthporm.com/

Traveling lifestyle alias jalan-jalan telah menjadi gaya hidup masyarakat. ilustrasi/gambar diambil dari http://cdn.earthporm.com/

Traveling lifestyle alias gaya hidup jalan-jalan kini menjadi gaya hidup yang terus berkecambah. Jalan-jalan dan petualangan menjadi aktivitas yang senantiasa dilakukan, dirindukan, dan diimpikan setiap orang. Anak-anak, remaja, dan dewasa menggandrungi jalan-jalan, bepergian, wisata, piknik, dan petualangan sebagai kebutuhan hidup yang harus dipenuhi secara rutin ataupun berkala.

Kebangkitan traveling lifestyle dewasa ini bersamaan dengan perkecambahan gaya hidup gadgetting dan bermedia sosial yang kian berkecambah. Sebagaimana satu ilustrasi meme kontemporer yang menulis: “jalan-jalan, makan-makan, foto-foto, upload”.

Gaya hidup jalan-jalan dan bertualang tentu saja memerlukan banyak pengorbanan, tak kecuali waktu dan uang. Tapi itu juga tidak mutlak, karena ada satu modal yang bisa mengatasi itu semua: tekad.

Tentu saja petualangan dan jalan-jalan adalah sebuah kesenangan. Orang bisa mendapatkan kegembiraan dengan melakukannya. Selain itu pengalaman juga bertambah atau wawasan menjadi lebih luas. Pada skala yang lebih “romantik/epik”, jalan-jalan dan petualangan membantu seseorang menemukan jati dirinya dan mengubah pandangan dirinya terhadap dunia.

Sebagai persembahan, pada penghujung tahun ini KAOSPOSMO menerbitkan desain-desain khusus edisi traveling dan adventure. Grab it fast, Guys! (kaosposmo.com)