Skip to Content

Blog Archives

Printer DTG Tidak Presisi

printer DTG tidak presisi dipengaruhi oleh konstruksi dan sistem penggeraknyaPrinter DTG dituntut mencetak desain/gambar dengan hasil yang mirip seperti desain foto atau olah digital komputer. Presisi warna dan desain mejadi penilaian pertama.

Namun, soal presisi ini sering menjadi kendala pada proses pencetakan dengan printer DTG. Hal itu terjadi pada printer rakitan lokal yang kebanyakan menggunakan sistem penggerak buatan sendiri/ non fabrikasi, sehingga kepresisian tidak terjamin.

Proses cetak kaos digital menggunakan printer DTG dilakukan lebih dari sekali, khususnya di kaos hitam/ warna. Paling sedikit printing dua fase, fase pertama untuk mencetak underbase tinta putih, dan kedua mencetak tinta warna (CMYK). Bisa dibayangkan kalau antara pencetakan pertama dan kedua meleset, maka hasil cetak menjadi jelek dan tidak indah dipandang mata.

Selain itu, banyak pemain DTG juga melakukan cetak dua kali pada kaos putih. Itu dilakukan karena mereka tidak menggunakan pretreatment. Sehingga untuk mengejar warna akan menjadi lebih cerah maka dilakukan cetak warna CMYK dua kali pada kaos putih.Namun bagi pemain DTG yang peinternya tidak presisi, maka cetak dua kali menjadi tantangan berat.

Faktor-faktor printer DTG tidak presisi

Mengapa printer DTG tidak presisi?

1. Konstruksi tidak kuat atau goyang saat proses printing

Konstruksi printer DTG harus kuat. Syarat lainnya, base material (bahan material) yang digunakan harus tahan suhu dan cuaca. Ada jenis bahan yang mudah memuai, menyusut, dan melengkung seperti kayu, sehingga memiliki pengaruh terhadap kinerja gerak printer saat melakukan pencetakan. Konstruksi dari kayu dan PVC cenderung lebih mudah menyusut dan memuai. Berbeda dengan konstruksi berbahan aluminium yang kuat meminimalkan risiko miskontruksi.

2. Sistem Penggerak

Sistem penggerak tray juga menjadi faktor penting mengapa printer DTG bisa presisi meskipun mencetak dua kali. Sistem penggerak yang sering digunakan para perakit lokal adalah sistem rel laci, linear bearing motion, linear belt motion, atau linear shaft motion. Yang paling murah dan sering digunakan adalah rel laci. Rel laci tergolong paling mudah bergoyang ketika proses printing berjalan. Goyangan ini tidak bisa mengimbangi gerakan motor printer pada saat mengeluarkan rak tempat kaos dipasang.

Sistem penggerak yang paling presisi sejauh ini menggunakan rel industri dengan paduan antara as dan bearing, rel guide dan bearing, motor dan belt, dan sistem linear bearing pabrikan lainnya yang dijual secara bebas di pasar. Harganya lebih tinggi dari rel laci.  (kaosposmo.com)

 

0 0 Continue Reading →

Vendor Printer DTG Semarang

Vendor printer DTG Semarang belum ada, orang-orang mencari printer DTG di Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Credit foto Hobbyprint

Mau nyari vendor printer DTG Semarang? Sudah searching informasi ke mana-mana tapi tidak ketemu juga? Nah…

Itulah salah satu problem orang Semarang yang ingin membeli printer Direct to Garment alias DTG di kotanya sendiri. Sejauh ini belum ada vendor lokal di Semarang yang bermain di dunia perakitan printer DTG. Sehingga orang Semarang harus membeli dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

0 0 Continue Reading →

Mengapa Harga Kaos DTG Mahal?

Harga kaos DTG mahal tapi berkualitas.

Harga kaos DTG mahal tapi berkualitas.

Harga kaos DTG mahal? Barangkali itulah kesan pertama bagi orang awam yang belum mengenal metode sablon dengan menggunakan printer Direct to Gament (DTG), sekaligus belum pernah melihat hasil sablon DTG.

0 0 Continue Reading →

Cara Menyimpan Tinta Printer DTG dengan Benar

Cara menyimpan tinta printer DTG yang baik dan benar disimpan di ruangan bersuhu sejuk atara 28 s.d. 22 derajat.

Cara menyimpan tinta printer DTG yang baik dan benar disimpan di ruangan bersuhu sejuk atara 28 s.d. 22 derajat.

Banyak orang bertanya tentang cara menyimpan tinta printer DTG dengan benar. Artikel ini menjawab pertanyaan itu.

Tinta DTG harus disimpan dengan baik dan benar agar daya rekat, warna, dan kekentalannya tetap terjaga. Jika tinta DTG tidak ditempatkan atau disimpan secara baik bisa mengakibatkan warnanya yang berubah, kepekatan dan daya rekatnya juga berubah dari semula. Jika itu terjadi, hal itu bisa mempengaruhi kualitas hasil cetakan kaos DTG.

Berikut ini tips cara menyimpan tinta DTG:

0 2 Continue Reading →

Mengenal Tinta DTG

Tinta printer DTG terdiri dari tinta putih dan CMYK

Tinta printer DTG adalah komponen utama dalam usaha cetak kaos menggunakan mesin DTG.

Direct to Garment yang populer dengan sebutan DTG adalah peranti cetak kaos berbasis mesin cetak (printer). Komponen utama printer DTG adalah mainboard, catridge, dan headprint.

Tinta DTG adalah jenis ink textile didesain khusus agar sesuai dengan head print yang umumnya berjenis head piezzo. Head piezzo inilah yang menyemprotkan tinta ke bidang cetak (kaos) dengan sejumlah instruksi dari mainboard yang merekan data masuk (input).

Supaya tinta DTG adaptable dengan head piezzo, maka tinta DTG memiliki kekentalan sedang, serta partikel-partikel di dalamnya telah menyatu secara halus. Karakteristik tinta DTG yang memiliki daya rekat tinggi, hal ini memiliki potensi kerawanan bagi head printer. Di antara risikonya adalah tinta mudah mengendap atau mengental di head ketika printer dalam keadaan mati selama 24 jam atau lebih. Setelah mengendap, tinta DTG akan mengering dan menutup lubang-lubang head print dan membuatnya mampet. Kondisi ini sering terjadi pada tinta putih yang lebih pekat dan kental.

Tinta DTG terdiri dari warna putih (white) dan set warna CMYK (cian, magenta, yellow, dan key). Fungsi tinta putih adalah untuk membuat cetakan dasar atau underbase bagi cetakan warna. Tinta putih digunakan pada kaos gelap atau berwarna. Sedangan fungsi tinta CMYK sendiri adalah mencetak warna seperti desain yang ada. Jadi, proses cetak kaos DTG berlangsung dua kali cetak (two phase printing). Cetak yang pertama adalah underbase putih, dan cetak kedua adalah CMYK.

 

Tinta DTG: Antara Kualitas dan Harga

Ana rega ana rupa. Itulah pepatah jawa. Dalam dunia bisnis bisa ditafsirkan “ada harga ada kualitas”. Itu juga berlaku bagi tinta DTG. Tinta printer DTG beragam harganya. Pilihannya adalah apakah kita mementingkan harga murah atau mementingkan kualitasnya. Keduanya penting.

Tinta DTG yang harganya murah tentu saja menghasilkan kualitas cetakan yang kurang maksimal. Selain itu juga daya tahan cucinya kurang awet. Sebaliknya, tinta DTG yang mahal dan teruji kualitasnya tentu menghasilkan cetakan gambar yang lebih terang alias jreng. Selain itu daya tahan cucinya juga bagus. So, tergantung anda mau memilih kualitas atau harga? (kaosposmo.com)

0 0 Continue Reading →

Jangan Remehkan Printer DTG Rakitan Anak Negeri

Rakitan Printer DTG berkualitas di Indonesia pada umumnya adalah rakitan dari basis ink jet EPSON.

Rakitan Printer DTG berkualitas di Indonesia pada umumnya adalah rakitan dari basis ink jet EPSON.

Rakitan printer DTG yang beredar di Indonesia kebanyakan adalah rakitan anak negeri. Printer ink jet EPSON merupakan basis printer DTG yang paling populer. Selain kualitas EPSON yang diakui dalam dunia cetak, khususnya cetak foto, suku cadangnya juga mudah didapatkan. Itulah salah satu alasan mengapa para perakit printer DTG lokal lebih banyak memilih basis printer EPSON, seperti R 1390 atau R2000.

0 0 Continue Reading →