tinta putih mampet menjadi masalah utama printer DTGTinta putih mampet merupakan masalah yang sering terjadi dan menjengkelkan dalam dunia DTG. Printhead saluran tinta putih yang mampet tentu saja menjadi kendala dalam produksi pencetakan kaos secara digital degan printer DTG. Selain menjengkelkan, tinta putih mampet yang disebankan, salah satunya, oleh buntunya printhead membuat para pemilik DTG waswas kalau saja printhead clogging alias buntuk total. Clogging adalah kondisi di mana nozzle printhead benar-benar tertutup dan tidak bisa menyemprotkan tinta, baik ketika diflushing ataupun ketika proses printing.

Artikel ini diturunkan untuk mengulas sebab-sebab buntunya printhead yang menggunakan tinta putih. Maka perlu dijelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut.

1. Suhu ruangan

Suhu ruangan yang panas akan membuat permukaan head cepat kering. Meskipun ketika posisi off printhead standby di capping station yang lembab, tetapi jika lama-kelamaan didera suhu yang panas dan pengap, maka capping station menjadi kering. Keringnya capping station sebagai tempat istirahat printhead tentu akan membuat permukaan printhead juga mengering. Situasi itu akan merembet ke bagian noozle printhead yang notabene terisi oleh tinta putih. Tinta putih yang cukup kental dan memiliki efek karet akan mudah mengering jika ditempa suhu yang panas. Bisa dibayangkan, tinta putih yang mengering di nozzle printhead tentu saja membuat buntu. Semakin lama mengering maka akan menjadi buntu permanent (clogging).

Untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk, ruang kerja printer DTG harus dilengkapi dengan air conditioner (AC). Selain membuat kita nyaman dalam bekerja, tinta DTG juga aman dalam suhu ruangan yang sejuk, yaitu tidak lebih dari 27 C.

2. Printer jarang digunakan

Printer DTG yang menggunakan tinta putih lebih baik digunakan untuk mencetak setiap hari. Jika tidak digunakan dalam 1×24 jam, tinta putih DTG mulai mengendap. Meskipun endapan ini masih bisa dikocok, tetapi jika kondisi ini bertahan hingga 3×24 jam maka tinta DTG di nozzle printhead bisa┬ámulai┬ámengering.

Kesulitan semacam ini sering dialami oleh pemain atau pemilik DTG yang notabenenya baru, di mana order harian berlum banyak dan tidak setiap hari mencetak dengan tinta putih. Solusinya adalah melakukan head cleaning untuk menyedot tinta putih DTG yang mulai mengental di catrid dan printhead.

Ada pemilik DTG yang mengakali persoalan ini dengan menggunakan catrid berisi cleaner liquid (cairan cleaner) yang dipasangkan di printhead. Namun keseringan mencabut-memasang catrid tentu saja riskan merukan chip catrid dan ink level board yang berada di holder rumah printhead. Jadi, pemasangan catrid berisi cleaner bukan solusi yang tanpa masalah. Ia bisa menimbulkan masalah baru.

Head cleaning secara terus-menerus (secara periodik dalam 12 jam sekali, misalnya) juga tidak efisien. Banyak tinta terbuang cuma-cuma ketika melakukan cleaning, sementara di sisi lain kita sedang tidak melakukan produksi (kaos dengan tinta putih).

Jadi, solusi pencegahan yang tepat adalah mengondisikan ruangan agar tetap sejuk dan melakukan produksi (cetak kaos) dengan tinta putih setiap hari.

Lantas bagaimana mengatasi tinta putih mampet atau printhead yang buntu? Rekomendasi pertama tentu saja adalah melakukan flushing menggunakan cairan cleaner khusus printhead yang berbahan alkohol. Tutorialnya bisa dicari di youtube. Hehehe… (kaosposmo.com)