Skip to Content

Blog Archives

Tinta Putih DTG Harus Pekat

tinta putih DTG harus solid dan kuat

tinta putih DTG harus pekat dan kuat

Tantangan pertama mencetak kaos dengan printer DTG adalah menghasilkan underbase tinta putih yang solid dan terang. Tinta putih sebagai pondasi pertama dalam pencetakan kaos warna adalah segalanya. Kalau hasil cetak tinta putih tidak merata, tidak solid, dan masih menyisakan bulu-bulu dan serat kain kaos yang kasat mata, bisa dipastikan pencetakan warna tidak akan maksimal.

Logikanya, tinta putih DTG digunakan untuk membentuk suatu permukaan area cetak menjadi semacam kertas yang bisa ditimpa dengan tinta warna (CMYK) sehingga hasil cetakan sesuai dengan desain. Taruhlah sedang mencetak gambar di atas kertas, seandainya kertas yang digunakan berwarna buram maka hasil cetak warna pun akan jauh dari harapan. Walhasil tinta putih DTG menjadi pondasi bagi tinta warna CMYK. Sebagai pondasi, tinta putih DTG harus solid dan kuat.

Kualitas tinta putih DTG memang selalu menjadi syarat utama dalam menilai hasil cetakan tinta putih. Pada jajaran kualitas atas, sejumlah merk tinta putih sudah sangat diperhitungkan oleh para pemain DTG di Indonesia. Di antaranya tinta putih merk Dupont, Firebird, dan Image Armor. Ketiganya memiliki harga yang berbeda, tapi cenderung mahal bila dibandingkan dengan beberapa tinta putih merk Cina, Korea, atau produk lokal Indonesia.

Ya, masuk akal jika harga mahal dan kualitas tinta bagus maka hasil cetak juga akan bagus. Begitulah harapannya.

Namun harga dan merk tinta putih bukanlah segalanya. Ada yang menggunakan tinta putih DTG dengan harga paling mahal, tetapi masih mengeluhkan hasil cetakan yang tidak solid, mudah retak, bahkan mengelupas dalam satu atau dua kali cuci. Ada yang harus mencetak tinta putih sampai tiga kali untuk menghasilkan underbase yang bagus (buang waktu). Alamak!

So, sekali lagi, tinta putih bukanlah segalanya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas cetakan tinta putih agar bisa solid dan maksimal. Apa saja?

  • Cairan pretrreatment

Cairan pretreatmen menjadi penentu apakah tinta putih akan bisa jatuh dengan baik atau tidak di permukaan kaos ketika disemprotkan oleh printhead. Cairan pretreatment harus disemprotkan secara merata di permukaan kaos untuk merundukkan bulu-bulu kaos sehingga permukaan kaos menjadi padat dan rata.

  • Curing hotpress

Kaos yang dicoating dengan cairan pretreatment harus dipress dengan suhu yang direkomendasikan oleh merk pretreatment. Suhu yang kurang panas akan mempengaruhi kinerja pretreatmen dalam merundukkan dan menciptakan lapisan rata pada kain kaos yang akan diprint. Tingginya suhu dan lamanya waktu pengepresan akan berdampak pada hasil cetakan tinta putih.

Maka, kualitas tinta DTG, kualitas pretreatment, cara penyemprotan, dan curing merupakan kesatuan yang mutlak agar hasil pencetakan tinta putih bisa maksimal.

  • Nozzle Head Buntu/Clogging

Kondisi nozzle printhead harus bagus. Minimal 90% nozzle harus bisa menyemprotkan tinta dengan baik. Nozzle printhead tidak akan bisa mengeluarkan tinta sesuai perintah mainboard jika dalam keadaan buntu. Banyak kasus nozzle printhead tinta putih sering buntu. Jika hanya separuh saja nozzle yang terbuka maka hasil cetakan tinta putih dipastikan tidak maksimal. (kaosposmo.com)

0 0 Continue Reading →

Mengenal Merk Tinta DTG Berkualitas

Tinta DTG berkualitas adalah tinta yang menghasilkan cetakan yang terang-cerah dan tahan cuci.

Tinta DTG berkualitas adalah tinta yang menghasilkan cetakan yang terang-cerah dan tahan cuci.

Kita perlu mengenal tinta DTG berkualitas. Sekarang ini banyak produsen tinta DTG yang bersaing memperebutkan pasar. Tinta DTG yang beredar di Indonesia secara umum adalah produk import. Sejauh ini belum ada tinta DTG dengan brand lokal. Tinta DTG di Indonesia masih bergantung pada produsen di Amerika, Jepang, atau Jerman.

0 0 Continue Reading →

Cara Menyimpan Tinta Printer DTG dengan Benar

Cara menyimpan tinta printer DTG yang baik dan benar disimpan di ruangan bersuhu sejuk atara 28 s.d. 22 derajat.

Cara menyimpan tinta printer DTG yang baik dan benar disimpan di ruangan bersuhu sejuk atara 28 s.d. 22 derajat.

Banyak orang bertanya tentang cara menyimpan tinta printer DTG dengan benar. Artikel ini menjawab pertanyaan itu.

Tinta DTG harus disimpan dengan baik dan benar agar daya rekat, warna, dan kekentalannya tetap terjaga. Jika tinta DTG tidak ditempatkan atau disimpan secara baik bisa mengakibatkan warnanya yang berubah, kepekatan dan daya rekatnya juga berubah dari semula. Jika itu terjadi, hal itu bisa mempengaruhi kualitas hasil cetakan kaos DTG.

Berikut ini tips cara menyimpan tinta DTG:

0 2 Continue Reading →

Mengenal Tinta DTG

Tinta printer DTG terdiri dari tinta putih dan CMYK

Tinta printer DTG adalah komponen utama dalam usaha cetak kaos menggunakan mesin DTG.

Direct to Garment yang populer dengan sebutan DTG adalah peranti cetak kaos berbasis mesin cetak (printer). Komponen utama printer DTG adalah mainboard, catridge, dan headprint.

Tinta DTG adalah jenis ink textile didesain khusus agar sesuai dengan head print yang umumnya berjenis head piezzo. Head piezzo inilah yang menyemprotkan tinta ke bidang cetak (kaos) dengan sejumlah instruksi dari mainboard yang merekan data masuk (input).

Supaya tinta DTG adaptable dengan head piezzo, maka tinta DTG memiliki kekentalan sedang, serta partikel-partikel di dalamnya telah menyatu secara halus. Karakteristik tinta DTG yang memiliki daya rekat tinggi, hal ini memiliki potensi kerawanan bagi head printer. Di antara risikonya adalah tinta mudah mengendap atau mengental di head ketika printer dalam keadaan mati selama 24 jam atau lebih. Setelah mengendap, tinta DTG akan mengering dan menutup lubang-lubang head print dan membuatnya mampet. Kondisi ini sering terjadi pada tinta putih yang lebih pekat dan kental.

Tinta DTG terdiri dari warna putih (white) dan set warna CMYK (cian, magenta, yellow, dan key). Fungsi tinta putih adalah untuk membuat cetakan dasar atau underbase bagi cetakan warna. Tinta putih digunakan pada kaos gelap atau berwarna. Sedangan fungsi tinta CMYK sendiri adalah mencetak warna seperti desain yang ada. Jadi, proses cetak kaos DTG berlangsung dua kali cetak (two phase printing). Cetak yang pertama adalah underbase putih, dan cetak kedua adalah CMYK.

 

Tinta DTG: Antara Kualitas dan Harga

Ana rega ana rupa. Itulah pepatah jawa. Dalam dunia bisnis bisa ditafsirkan “ada harga ada kualitas”. Itu juga berlaku bagi tinta DTG. Tinta printer DTG beragam harganya. Pilihannya adalah apakah kita mementingkan harga murah atau mementingkan kualitasnya. Keduanya penting.

Tinta DTG yang harganya murah tentu saja menghasilkan kualitas cetakan yang kurang maksimal. Selain itu juga daya tahan cucinya kurang awet. Sebaliknya, tinta DTG yang mahal dan teruji kualitasnya tentu menghasilkan cetakan gambar yang lebih terang alias jreng. Selain itu daya tahan cucinya juga bagus. So, tergantung anda mau memilih kualitas atau harga? (kaosposmo.com)

0 0 Continue Reading →